h1

3) Diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan

November 9, 2009

Diagnosa ini meliputi tiga kategori, yaitu :

a) software (bad command or file name, disk not ready, internal error,overflow)

b) configuration error code (configuration too large for memory, 201 error – system unit, 601 parity chech x)

c) system lockup.

 

1) Troubleshooting Motherboard

a) Permasalahan yang mungkin terjadi

Sistem komputer terdiri dari motherboard, daughter boards, power supply, floppy drives, monitor, keyboard, dan beberapa peralatan yang terhubung melalui konektor dan kabel. Masalah dalam satu peralatan akan berpengaruh terhadap operasi peralatan lainnya dan kadang-kadang mengganggu sistem operasi. Pengecekan berikut akan membantu memecahkan masalah.

Cek sambungan kabel power supply utama dan kabel tegangan DC.

Cek sambungan kabel keyboard.

Cek sambungan kabel monitor dan kabel daya monitor.

Cek konfigurasi setting CMOS

Cek sambungan kabel power dan kabel data drive.

Cek semua daughter board atau card yang terpasang pada slot I/O

Cek sambungan saklar reset

Cek posisi kunci keyboard

Cek semua IC yang terpasang

Cek disket boot di drive A

Cek sambungan speaker

Setelah semua pengecekan dilakukan, hidupkan saklar power dan cari pesan kesalahan POST. Dari pesan POST permasalahan dapat dilokalisir dan diperbaiki. Ketika POST tidak dapat berjalan, maka masalah terjadi pada motherboard dan rangkaian didalamnya. Dengan mengecek signal pada slot I/O masalah kerusakan pada motherboard dapat diidentifikasi sebab semua signal CPU terhubung ke slot I/O.

b) Procedure Diagnosa dan Troubleshooting

(1) Cek 1. Power Supply

Cek level tegangan power supply pada slot I/O

Diagnosa

Apakah card utama tersambung dengan baik ?

Apakah kipas power supply berputar ?

Apakah sambungan P8 dan P9 tersambung dengan baik ?

 

Jika level tegangan tidak ada pada pin sambungan P8 dan P9 power supply, maka permasalahan ada pada rangkaian power supply.Perbaiki power supply dengan cara mengganti dengan power supply yang baru.

 

 

(2) Cek 2. Signal clock

Ukur signal CLK, OSC, PCLK, RESET DRV, I/O CH RDY, I/O CH CHK pada pin slot I/O dengan memakai logic probe atau osiloskope.

 

 

Diagnosa

Jika tidak ada signal CLK, OSC, PCLK, cek kristal dan rangkaian pembangkit clock.

Jika RESET DRV selalu tinggi, periksa signal power good, rangkaian power on reset dan kondisi saklar reset manual.

Jika tidak ada signal I/O CH RDY dan I/O CH CHK lepas dan periksa semua daughter boards. Jika masih bermasalah, permasalahan ada pada motherboard dan tempat rangkaian. Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut

dengan motherboard yang baru.

(3) Cek 3. CPU dan DMA

Cek signal ALE, MEMR, MEMW, IOR, IOW, AEN dengan memakai logic probe atau osiloskope.

Diagnosa

Apabila signal ALE, MEMR, MEMW, IOR, IOW bukan pulsa, cek motherboard bagian CPU

Apabila signal AEN bukan pulsa, cek bagian DMA. Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut dengan motherboard yang baru.

 

(4) Cek 4. Cek Keyboard

Cek signal KBCLK, KBDATA pada keyboard

Reset sistem dan tekan kunci pada keyboard cek signal pada jalur data keyboard

 

Diagnosa

Jika KBCLK dan KBDATA ada dari keyboard kerusakan ada pada jalur motherboard. Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut dengan motherboard yang baru. Jika KBCLK dan KBDATA tidak ada dari keyboard kerusakan ada pada keyboard.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: