h1

1) Langkah-langkah POST

November 9, 2009

Setiap kali komputer dihidupkan secara otomatis akan memulainya dengan langkah diagnosa yang dikenal dengan POST. POST ini akan memeriksa dan menguji semua komponen-komponen sistem. Jika saat POST terjadi problem, suatu pesan akan disampaikan pada pengguna. Pesan tersebut dapat berupa : pesan tampilan di layar, suara beep, atau kedua-duanya. Indikasi dari adanya masalah sewaktu POST dinyatakan :

Kode kesalahan : dua sampai lima digit angka

Pesan kesalahan : pesan singkat dalam bahasa Inggris (ada beberapa

pesan yang menunjukkan problemnya)

Kode beep : suara beep berurutan

 

Dengan sangat bervariasinya pabrik pembuat motherboard dan ROM

BIOS maka kode beep yang diberikan juga bervariasi artinya untuk kerusakan yang sama akan diberikan kode beep yang berbeda yang dikarenakan adanya perbedaan pabrik pembuat ROM BIOS atau motherboard. Pengujian semua memori termasuk dalam langkah POST ini. Lamanya pengujian tergantung dari besar kecilnya kapasitas memori yang terpasang. Akan tetapi POST tidak mengecek semua peralatan tambahan/perluasan seperti : printer, modem, dsb.

Adapun langkah-langkah POST adalah sbb :

a) Tes CPU: interupsi ditutup, pengetesan flag internal, dan

pengetesan register internal

b) Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS.

Hasil checksum LSB harus nol.

c) Tes Timer 1: Timer 1 8253 diprogram pada operasi mode 2,

pengecekan pada akses dasar pencacah, pengecekan pada

pencacah.

 

 

d) Tes DMAC: pengetesan pada semua saluran register alamat dan

register pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi

timer 1, memulai siklus memori refresh.

e) Tes 16 KB DRAM: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH,

55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali.

f) Inisialisasi Interrupt controller: control word dikirim untuk

inisialisasi mode interrupsi, pengesetan vector interupsi di

memori.

g) Tes Interrupt controller: seting dan pengesetan ulang register

interupsi, menempat-kan stack-stack kesalahan interupsi.

h) Inisialisasi Timer 0: timer 0 diinisialisasi pada operasi mode 3, cek

timer 0.

i) Tes CRT controller: inisialisasi CRT controller, test RAM video, cek

sebagian parity error, setup mode video melalui pembacaan konfigura-si, pengujian pewaktuan dan signal sinkronisasi gambar.

j) Tes DRAM di atas 16KB: pengetesan pada 5 pattern yang

berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali, jika ada kesalahan akan ditampil-kan alamat kesalahan dan data di layar.

k) Tes Keyboard: cek keyboard dengan kondisi keyboard reset, cek

penekanan kunci pada keyboard.

l) Tes Disk drive: cek semua card adapter disket dan disk drive yang terpasang, POST memanggil sistem operasi dari disk.

 

Langkah-langkah POST di atas dapat diringkas sebagai berikut :

a) Test 1 (Basic System): cek power supply, MPU, bus, dan ROM (langkah a-b)

b) Test 2 (Extended System): cek system timer, DMAC, 16KB lokasi awal DRAM

dan PIC (langkah c-h)

c) Test 3 (Display): cek sistem pengendali signal video pada card monitor dan

VRAM (langkah i)

d) Test 4 (Memory): cek lokasi DRAM di atas 16KB dengan disampling / dicuplik (langkah j)

e) Test 5 (Keyboard): cek keyboard (langkah k)

f) Test 6 (Drive): cek adapter card dan peripheral disk drive dan hard disk (langkah l)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: